Dinamika pelaksanaan tradisi ziarah makam Datuk Ri Tiro dari masa ke masa
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk secara komprehensif menggambarkan dinamika perubahan dalam tradisi ziarah ke makam Datuk Ri Tiro. Penelitian ini dimulai dari perkembangan awalnya dan berlanjut hingga implementasinya saat ini. Selain itu, penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mendasari perubahan tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan historis dan etnografis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan langsung di lapangan. Wawancara mendalam juga dilakukan dengan berbagai informan kunci yang kompeten, termasuk pemimpin tradisional, tokoh agama, tetua, dan pengelola pemakaman. Sumber data juga diperoleh dari studi dokumentasi dan literatur sejarah lokal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan signifikan dalam praktik ziarah. Perubahan ini terlihat jelas dalam prosedur dan urutan ritual yang dilakukan. Fasilitas yang tersedia di makam juga telah berkembang dan meningkat. Ziarah tidak lagi terbatas pada kesempatan tertentu. Motivasi masyarakat untuk berziarah juga menjadi lebih beragam dari waktu ke waktu. Namun, perubahan ini tidak mengurangi esensi dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi tersebut. Sebaliknya, perubahan ini merupakan bentuk adaptasi budaya untuk memastikan tradisi tetap relevan di tengah modernisasi. Tradisi ini terus berfungsi secara optimal sebagai media utama komunikasi spiritual. Lebih jauh lagi, tradisi ini berfungsi sebagai sarana efektif untuk memperkuat solidaritas sosial dalam masyarakat. Tradisi ini juga berfungsi sebagai wahana penting untuk melestarikan nilai-nilai sejarah. Kearifan lokal dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang. Akibatnya, tradisi ini telah bertahan, berkelanjutan, dan terus berkembang hingga saat ini.
References
Ahmadin. (2012). Mengenang historis Datuk Ri Tiro. http://ahmadinumar.blogspot.com/2012/06/menengoknjejak-historis-datuk-ri-tiro.html
Ahsan, M. (2011). Tradisi ziarah makam Datuk Ri Tiro di Kabupaten Bulukumba dalam perspektif Islam. Jurnal
Sosiologi Dan Budaya, 5(1), 45–58. https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsbsk/article/view/19487
Kadir, A. (2012). Dato Tiga Luwu: Peran dan warisan sejarahnya. Yayasan Kebudayaan Sulsel.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Mahmud, M. I. (2012). Datuk Ri Tiro penyebar Islam di Bulukumba: Misi, ajaran dan jati diri. Ombak Dua.
Maryaeni. (2008). Metode penelitian kebudayaan. Bumi Aksara.
Massuro, R. D. (2010). Dato Ri Tiro: Antara kisah dan mitos. http://sejarah.kompasiana.com/2010/07/29/dato-ri-tiro-antara-kisah-dan-mitos-209081.html
Sewang, A. M. (2005). Islamisasi dan adat istiadat di Tanah Bugis-Makassar. Pustaka Refleksi.
Soemardjan, S. (2010). Perubahan sosial di Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.
Statistik, B. P. (2012). Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia. Badan Pusat Statistik.
https://www.bps.go.id/id/publication/2012/05/23/55eca38b7fe0830834605b35/kewarganegaraan-suku-bangsa-
agama-dan-bahasa-sehari-hari-penduduk-indonesia
Syam, N. (2014). Sejarah dan peradaban Islam di Sulawesi Selatan. Alauddin University Press. https://books.google.co.id/books/about/Sejarah_dan_Peradaban_Islam_di_Sulawesi.html



